jump to navigation

Mathematic

“Download software?Klik gambar di atas”

“About Matematika “

More people say : “ Mathematics is very fear, difficult, and satisfiying !!”

Inilah kata-kata yang sering dilontarkan oleh kebanyakan orang tentang matematika. Hal ini tentunya sering saya alami/jumpai ketika teman, tetangga, saudara, atau orang yang mengatakan tentang Program Studi Matematika yang sedang saya jalani. Memang saya akui bahwa matematika memang sulit. Tetapi, jika kita telah memahaminya, hal itu menjadi sesuatu yang mudah, unik, dan menyenangkan. Soalnya di matematika kita bisa belajar berpikir kritis seperti berlogika, berteorema, pembuktian, membuat program, komputasi, hipotesis, statistik, dan masih banyak lagi.
Kalau anda di matematika non pendidikan, anda bias memilih jurusan yang anda sukai yaitu murni, terapan, statistika, dan komputasi. Oleh karena itu, pikirkan terlebih dahulu sebelum masuk jurusan ini agar tidak menyesal di kemudian hari. Pertama, saya sarankan jangan sering absent pada saat kuliah soalnya kita bisa ketinggalan materi, padahal materi matematika itu saling ketergantungan dengan materi lainnya.
Kedua, usahakan selalu hadir pada saat pre-test, kuiz, UTS, dan UAS. Setuju?? OK ?? (jangan seperti saya, yang selalu absent saat awal semester tiba….)
Oy..Lupa..
About My Study :
Saya masuk di bangku sekolah pertama kali umur 6 tahun di SD N 2 Kebokura mulai tahun 1996 – 2001. Selama di SD, saya selalu mendapat peringkat 1-4 lho..He..he..Kalau ga percaya buka aja buku raportku..
Kemudian saya lanjutkan study ke SMP N 1 Sumpiuh dari tahun 2001-2004. Selama di SMP saya juga selalu dapat peringkat 1-2. Kegiatan eskul yang saya ikuti yaitu KIR dan Band music.
Setamat SMP, saya melanjutkan study ke SMA N 1 Sumpiuh dari tahun 2004-2007. Selama di SMA ga ada system ranking, tapi lumayan lah masih bisa dapat nilai rata-rata di atas 7. Saya juga masih mengikuti eskul KIR & Music. Malahan sering mendapat juara lomba antar kelas. He..he..
Saya lulus SMA tahun 2007 kemudian langsung daftar ke PTN UNSOED Purwokerto lewat jalur PMDK/PPSB Jur.Matematika, dengan hanya mengisi formulir dan fotocopy raport (tanpa keluar biaya sepeserpun). Berkat karma baik saya, akhirnya saya diterima di Universitas Jenderal Soedirman (UNSOED) Purwokerto Fak.SainsTek, PS.MIPA, Jur.Matematika, angkatan 2007, NIM H1B007005.
Sekarang saya sedang menginjak semester V dengan IP yang masih memuaskan. Saya mengharapkan semoga saya bisa cepat lulus max. 4 tahun dengan IPK , ketrampilan, serta kesehatan yang baik sehingga saya bisa mendapatkan pekerjaan yang baik dan dapat berguna bagi nusa dan bangsa. Tentunya juga bisa menciptakan lapangan pekerjaan di kemudian hari untuk membantu menyelamatkan bangsa kita yang sedang dilanda krisis di berbagai bidang.
Oleh karena itu, saya sangat membutuhkan dukungan dari anda semua baik doa, saran, maupun motivasi kepada saya sehinga apa yang saya cita-citakan bisa terwujud dengan baik. Sadhu..3x.

Thanks.

MITOS SEPUTAR OSPEK

Pada kesempatan ini saya akan berbagi cerita tentang kegiatan ospek yang ada di MIPA UNSOED. Tetapi sebelumnya saya akan menjelaskan terlebih dahulu tentang apa kegiatan OSPEK itu sesungguhnya.

Para pembaca yang budiman ,hampir semua orang mengetahui tentang ospek, tetapi banyak juga dari mereka yang belum tahu tentang ospek, bahkan mendengar kata ‘OSPEK’ pun tak pernah. So, pasti bagi mereka yang kurang informasi pendidikan dan yang tidak berkesempatan mengenyam bangku kuliahan.bih dahulu kepada mereka yang belum tahu tentang ospek. Tapi ,kalau yang Oleh karena itu, saya akan memberitahu terlesudah tahu agar tetap menghargai tulisan ini. OK??


Para pembaca yang baik hati, Ospek adalah singkatan dari Orientasi Siswa Pra Sekolah. Ospek merupakan suatu kegiatan yang diselenggarakan oleh setiap universitas, Perguruan Tinggi Negeri atau swasta, dan lembaga pendidikan tinggi lainnya. Kegiatan ini biasanya ditujukan untuk para mahasiswa baru yang akan masuk dalam PT(Perguruan Tinggi) tersebut dan dilaksanakan 1 minggu sebelum KBM(Kegiatan Blajar Mengajar) dimulai. Semua kegiatan, pada intinya  bertujuan agar para mahasiswa baru dapat mengenal lebih dekat tentang PT mereka masing-masing, lebih adaptif dengan lingkungan sekitar kampus & teman-teman, serta dapat mengenal sistem perkuliahan dan kegiatan-kegiatan yang ada di PT tersebut.

Di benak anda pasti timbul pertanyaan : ‘Kalau begitu, Ospek sama saja dengan MOS donk?’

Benar sekali!!Nilai 100 buat anda!!He..he..he..

Ospek hampir sama dengan MOS. Persamaanya adalah kedua kegiatan itu sama-sama bertujuan agar para siswa bisa lebih adaptif dengan segala sesuatu yang terdapat di sekolah.

Perbedaannya adalah kalau ospek dilaksanakan di bangku perkuliahan sedangkan MOS dilaksanakan di bangku SD, SMP, SMA atau yang sederajat.

Jadi, secara umum dapat saya ibaratkan  bahwa ospek itu seperti seseorang yang ingin latihan menjadi seorang pemburu hewan di hutan belantara. Walaupun dia sudah memiliki peralatan senjata yang lengkap bahkan modern sekaligus, tetapi terlebih dahulu dia harus penuh semangat dan kehati-hatian dapat mengenal semua daerah hutan tersebut.Mulai dari  mengenal berbagai jenis hewan yang boleh diburu / tidak, cara menghadapi medan yang sulit, serta sampai trik dan tips saat hendak menembak hewan itu agar tepat dan jitu dalam sasarannya.

Sama halnya dengan ospek , para mahasiswa baru harus bisa mengenal lingkungan PT tersebut masing-masing, harus bisa memilah-milah mana yang baik dan mana yang buruk, bagaimana cara mengatasi sesuatu yang sulit seperti tugas-tugas atau masalah lain sehingga kita bisa menjadi lebih dewasa, serta kita bisa tahu tentang trik dan tips belajar sebagai seorang mahasiswa sehingga nantinya kita bisa lulus sesuai dengan apa yang kita cita-citakan.

Pokoknya kalau ada Ospek, masa-masa awal kuliah kita menjadi berwarna , mengesankan dan menyenangkan.

Seperti masakan, kurang lezat jika belum ditambah bumbu penyedap.

Setuju!!??

My Ospek Experience In The First Time Entering Into Unsoed University

Keren ga judulnya??

Atau malah ga bisa menerjemahkannya??

Kalau ga bisa, translate dulu disini www.translate.google.com

Para pembaca yang budiman, tadi saya sudah menjelaskan tentang arti dan tujuan kegiatan ospek. Tiba saatnya saya akan menceritakan tentang pengalaman Ospek saya, saat pertama kali memasuki Unsoed (salah satu PTN di Purwokerto Jawa Tengah). Tentunya dengan cerita ini , nanti kita bisa mengambil sesuatu  yang positif untuk memberi masukan pada Ospek-ospek berikutnya.

To the point saja. Saya adalah salah satu mahasiswa Unsoed angkatan 2007. Saya diterima melalui jalur PMDK / PPSBA. Secara resmi saya diterima pada pertengahan bulan agustus. Kampus saya berada di daerah Karang wangkal tepatnya di fakutas Sainstek, prodi MIPA, jurusan Matematika. Seminggu sebelum kuliah , saya harus mengikuti kegiatan ospek terlebih dahulu selama 3 hari. Saya merasa, saat-saat mengikutinya tak ada sesuatu yang menyenangkan sama sekali, yang ada hanya ketegangan, kecemasan, dan rasa gugup serta takut. Tetapi kalau saya mengingat-igat peristiwa itu lagi, saya menjadi tersenyum malu karena dapat melihat betapa bodoh dan lugunya saya waktu itu. Bahkan seolah-olah merasa seperti tertipu oleh ulah mereka. Ha..ha..ha.

Sehari sebelum ospek dimuali, perasaan saya sudah cemas. Maklumlah,  saya bukan mahasiswa sejati karena tidak ngekost. Cemas masalah tempat menginap nanti. Tapi untunglah, ada temanku yang baik hati sehingga saya boleh menginap di kostnya. Kecemasan berikutnya adalah mengenai teman-teman kelompok dan Cp-nya, karena belum kenal sama sekali. Akhirnya perasaan itu hilang, setelah saya mulai berkenalan dengan mereka dan ternyata mereka adalah orang yang baik-baik dan mudah diajak berkenalan. Lagipula, tempat kostnya tidak berjauhan jadi mudah untuk mengerjakan segala persiapannya.

Malam menjelang ospek hari pertama, kami semua berkumpul di tepat yang sudah ditentukan, yang jelas paling dekat dengan kampus. Kami mengumpulkan semua bahan-bahan yang diperlukan sesuai dengan anjuran yang diberikan oleh panitia Ospek. Pokoknya diperiksa dengan teliti jangan sampai ada yang tertinggal. Soalnya bisa bahaya dan kena marah habis-habisan sama si “Baju Hitam” alias Komdis.

Pagi-pagi benar kami sudah berkumpul sambil mempersiapkan barang-barang bawaannya mulai dari topi, rompi, kalung, air aqua, sepatu, tas kain, dan pernak-pernik lainnya. Sesampai di pintu samping kampus MIPA, kami sudah berhadapan dengan Komdis. Disuruh berbaris yang rapi, cek barang-barang, dan di suruh push-up karena terlambat. Setelah itu, kami berkumpul di lapangan basket untuk menyerahkan semua tugas-tugasnya, kalau tidak salah adalah tugas membuat cerita tentang pengalaman pribadi. Setelah selesai, kami di dampingi oleh CP, duduk-dudu di lapangan tengah untuk berdiskusi tentang masalah BHP. Setelah itu, kami kembali ke ruangan untuk persiapan makan siang. Hal yang menegangkan pun terjadi kembali saat acara makan siang. Kita harus bisa menghabiskan makanan kita dalam waktu 10 menit, tanpa ada sisa sedikitpun yang tercecer . Makanya, bagi anda yang tidak suka / alergi / vegetarian (seperti saya) terhadap makanan tertentu, bilang terlebih dahulu kepada panitia, nanti kita tidak terkena sasaran Komdis. Di akhir acara, kami harus bisa memperoleh tandatangan dari teman, dosen dan komdis sesuai yang diperintahkan panitia. Palig males adalah saat meminta tandatangan kepada anggota Komdis karena banyak sekali syaratnya seperti disuruh menyanyi, lari-lari, dll. Menyebalkan!! Akhirnya kami pulang jam 6 sore dengan menyimpan rasa capek dan kesal..

Sesampai di tempat kost, kami bukannya tidur tetapi malahan mengerjakan tugas –tugas selanjutnya yang telah diberikan panitia. Kayaknya tidak tidur sama sekali dech!!Makanya selagi Ospek, jaga tubuh kita agar tetap fit dan energik. Makan yang banyak dan dopping vitamin biar tidak kehabisan tenaga.

Hari kedua pun tiba. Seperti biasa pagi-pagi kami berkumpul, kemudian menghadap ke komdis,dan menyerahkan semua tugas-tugasnya. Hanya saja acara intinya adalah Post to post disekitar kampus. Hari itu memang hari yang penuh dengan marahan tapi agak sedikit santai. Kita harus berpusing-pusing mencari kode-kode huruf sesuai dengan warna kelompok kita masing-masing. Jika kita tidak berhasil menemukan huruf-huruf tersebut, maka kita tidak boleh melanjutkan ke post berikutnya. Post yang paling ditakuti oleh semua regu adalah post terakhir. Karena di post tersebut tempat pangkal si Komdis.

Setelah kami berhasil menyelesaikannya, kami menuju ruangan kembali. Acara dilanjutkan dengan sidang antara komdis dengan panitia berkenaan dengan komplain terhadap anggota regu yang mengumpulkan hasil kerajinan tangan dengan hasil yang dianggap tidak sesuai dengan etika yang baik. Tetapi akhirnya si Komdis mengalah berkat pembelaan dari salah seorang panitia. Acara pun selesai, dilanjutkan dengan tukar-menukar identitas kita dengan anggota regu lain.Kami pulang jam 6 sore dengn perasaan lega tetapi capek.

Hari ketiga pun tiba. Pada hari tersebut, komdis sudah tidak begitu marah-marah, jadi rasanya agak sedikit rileks. Mungkin capek atau kehabisan suara kali..Di hari ketiga, kami disuruh mengunjungi semua ruangan kampus mulai dari lab kimia, fisika, matematika, komputer, ruang dosen, dsb. Lalu di lanjutkan dengan pengenalan UKM oleh para mahasiswa MIPA. Acara penutup pun sangat menarik karena ulah si komdis juga. Mereka baru menunjukkan senyum yang pertama kalinya kehadapan kita. Selain itu juga mereka merayakan ultah salah satu anggota komdis dengan sambutan saling lempar-melempar telur. Pokoknya menarik sekali. Acara berakhir dengan permohonan maaf oleh semua panitia sehingga acara pun berganti menjadi sedikit menyedihkan.

Kegiatan Ospek pun selesai, kami sekarang sudah bisa bernafas dengan lega karena tidak ada lagi beban yang menimbulkan ketegangan.Tetapi jangan salah ternyata sekarang kita masih punya beban lagi lho, yaitu menghadapi tugas – tugas kuliah kita.Iya kan??


Para pembaca yang baik hati, cerita di atas adalah cerita yang benar-benar saya alami sendiri tanpa ada sedikitpun rekayasa cerita. Saya sengaja tidak mencantumkan nama pelaku, karena saya tidak ingin bermaksud menyakiti orang lain atau mencemarkan nama baik orang lain di hadapan publik. Mengerti ??

Dari cerita tersebut, tentunya kita bisa mengambil nilai-nilai positif yang dapat dikembangkan saat kegiatan Ospek berlangsung yaitu :

  • Semangat yang tinggi
  • Disiplin di segala hal
  • Rajin
  • Religius
  • Percaya diri
  • Berani
  • Pantang menyerah
  • Sabar
  • Kreatifitas, dsb.

Kesimpulan : Ospek dapat memberikan warna pada pengalaman hidup di kampus dan dapat menamkan nilai-nilai norma positif yang dapat dikembangkan dalam kehidupan sebagai seorang mahasiswa.

Saos Sambal Pedas Untuk Ospek MIPA Unsoed


  • Untuk si”Baju Hitam”

1.  Akting yang sangat bagus dan luar biasa kompaknya.

2. Hati-hati  lho??..Jangan sembarangan marah-marah sama orang!! Siapa  tahu kena serangan jantung mendadak.

3. Kemarahan adalah sumber kebencian. Jika marah-marah terus nanti dibenci orang dan punya banyak musuh.

4. Selagi punya kelembutan dalam berpikir, berkata dan berbuat, mengapa kekerasan yang ditunjukkan pertama kali?? Dengan kelembutan, semua hal akan tercipta menjadi sebuah keindahan, keharmonisan, dan kedamaian.

  • Untuk Ospek

Akhirnya saya ngerasain juga yang namanya ospek kampus. walopun agak lumayan telat. Ospek yang dulu saya kira kegiatan yang serem, ternyata biasa2 aja. ngga ada panas2an, karena ga terlalu banyak kegiatan di luar. seh iya, secara saya rajin, aman deh hehehe)

Tapi yang bikin bete tetep ada. Kenapa seh harus dateng sblum jam 6 pagi. kan masih dingin tuh. siangan dikit harusnya. hehehe. trus Kenapa musti bawa barang macem2. bekal makanan aja musti ditentuin.


ada banyak minuman, kenapa harus bawa makanan yang susah di dapat.

ada banyak permen, kenapa harus bawa permen apalah lupa, buat  3 hari kan bias bikin mabuk tuh..

ada banyak roti, kenapa wajib roti sisir, roti pisang sama roti sobek ?
Pesan sponsor kah ?bukannya klo semua anak harus bawa tuh merk, barang akan menjadi langka.merepotkan saja. Mahal pula.

Kenapa musti pake kaus kaki beda warna, item sama putih? tujuannya apaan tuh?
Waktu saya cerita ke ibu2 yang punya warung pas lagi makan, si ibu bilang. “yach namanya juga ospek, pasti merepotkan”. Jadi tujuannya ospek adalah merepotkan mahasiwa baru ?

Resep Secangkir Teh Penyejuk Ospek MIPA UNSOED 2009 Menuju Lebih Baik


OSMB (Orientasi Study Mahasiswa Baru) atau lebih akrab disapa OSPEK, merupakan sarana pengenalan Mahasiswa baru terhadap kampus dan dunia kemahasiswaan itu sendiri. OSPEK sejatinya menjadi sebuah pendidikan khusus bagi Mahasiswa agar tidak sekedar “mencintai kampus” saja atau menjadi “Mahasiswa kupu-kupu” yang kesehariannya hanya pulang pergi kekampus, kantin, kosan, nangkring dan pacaran. Mahasiswa adalah harapan dan generasi penerus bangsa yang idealnya memiliki sebuah kafaah dan Intelectualitas tinggi sebagai agent of change, control social dan iron stock serta memiliki peran social yang tinggi di Masyarakat. OSPEK bukanlah ajang kekerasan, balas dendam, marah-marah, bentak sana bentak sini yang sebenarnya tidak memiliki alasan yang jelas dan logis, bukan doktrinasi semata apalagi hura-hura .

Oleh karena itu dibutuhkan sebuah konsep dan sistem yang jelas serta kerjasama yang baik dengan seluruh instrumen mahasiswa. Hal ini menjadi penting agar tekhnis dilapangan succes dan tidak terjadi overlapping, sehingga isu/materi yang akan diberikan akan tersampaikan dengan baik kepada Mahasiswa baru yang notabenenya masih sangat awam akan dunia Mahasiswa. Akan tetapi pada kenyataanya terkadang menyalahi aturan dan berbalik menjadi 180 derajat. Kenapa? karena disana banyak kepentingan politik masing-masing lembaga, organisasi, atau unit kegiatan mahasiswa disetiap fakultas. Mungkin itu adalah suatu hal yang wajar dan lumrah bagi setiap aktivis Mahasiswa karena OSPEK merupakan moment yang tepat untuk mencari generasi dan tunas-tunas baru untuk melanjutkan roda Organisasi agar tetap berjalan dengan baik.

Walaupun demikian, sepertinya sudah menjadi tradisi klasik dikalangan “sebagian mahasiswa”  atau mungkin facultas yang lainnya, bahwa konsep OSPEK yang terbaik adalah dengan jalan membentak-bentak, marah-marah atau secara represif. Sebagai seorang pembimbing mental (bintal) profesional, secara pribadi saya sangat tidak setuju dengan konsep itu, selain jauh dari khasanah intelectual seorang mahasiswa, juga sangat tidak mendidik untuk diterapkan bagi mahasiswa baru. Mungkin rekan-rekan komdis/bintal  salah kaprah dalam mengartikan metode represif. Represif komdis/bintal jangan disamaratakan dengan represifnya tatib (tata tertib, yang bertugas mentertibkan). Represif bintal adalah terletak pada penekanan maksud, tujuan dan sasaran materi dengan olah vokal dan kata-kata yang baik sehingga ada proses pencerdasan didalamnya, bukan dengan membentak, dengan otot, marah-marah hinggá air liur tumpah ruah. Secara psikologis, seharusnya Mahasiswa baru diposisikan untuk siap menerima materi-materi kekampusan dan dunia kemahasiswaan, serta diajarkan untuk bersikap dewasa agar maba benar-benar dapat berfikir sesungguhnya apa itu hakikat Mahasiswa yang ideal. Bukan malah dibentak-bentak dan dimarah-marahi dengan sesuatu yang tidak jelas dengan mencari-cari kesalahan sang maba. Seorang ahli Psikologis UI pernah mengatakan dalam sebuah acara talkshow ditelevisi, bahwa tidak mungkin seorang yang mentalnya atau kondisi psikologisnya sedang tertekan (droop mentality) dan merasa terancam, akan dapat menerima materi dengan baik. Sehingga materi-materi yang diberikan oleh pihak birokrasi fakultas hampir 85% dapat diterima dengan baik. Dan sisanya adalah Materi-materi bintal.

Rasanya OSPEK  hanya sebuah drama sinetron yang tidak jelas alur dan arah tujuannya. Setelah OSPEK 3 hari itu selesai, mulailah terbuka dan membaur antara Mahasiswa baru dengan Mahasiswa lama. Dalam sebuah candanya salah seorang maba bercerita dengan akrabnya : ”Eh, ternyata Kakak2 komdis itu orangnya baik-baik yah,, ramah n friendly,,tapi kok waktu pas OSPEK galak n sangar-sangar buanget sih kak??” lalu salah seorang tatib menjawab : ”Ah,,itu Cuma boong-boongan aja kok. Waktu itukan Kakak cuma akting aja, cuma becanda.”.

Kesimpulan : Ospek MIPA 2009 mendatang harus bisa lebih baik seperti uraian yang telah dijelaskan diatas. OK??Thanks.

SERBA-SERBI OSPEK


Funkshit : Hei . .
cewe : apa ?
Funkshit : Emangnya bawa perhiasan pas ospek boleh ya?
cewe : Kayaknya seh ngga ? mang napa ?
Funkshit : Lah kok kamu boleh bawa perhiasan ?
cewe : Perhiasan apaan ?
Funkshit : Itu ada Berlian di mata kamu, yang bikin mata kamu jadi indah
cewe : (malu malu) Makaciii

Funkshit : Woi ..
Temen : knape ?
Funkshit : Kok jam tangan lo ngga disita ?
Temen : Iya donks, Tuh panitia ngga mau ambil resiko. klo ilang ngga bakal bisa ganti, jam tangan mahal gini.
Funkshit : akh masa seh. Pasti lo ngakunya itu jam tangan adalah barang yang untuk Tugas “bawa barang seharga 5000 an”. ya kan?
Temen : Enak aja lo .
Funkshit : hue hue hue


Selengkapnya di http://rochajiono.files.wordpress.com/2009/06/ajiono-ospek.doc

Just For :

NB: Jika banyak kata-kata yang kurang berkenan saya minta maaf sebelumnya.OK? Beri komentar di bawah yach??Thanks.


Pelajar Indonesia Raih 3 Emas dari Kompetisi Matematika Internasional 2008

Tangerang, Sabtu (1 November 2008) – Para pelajar Indonesia berhasil meraih tiga medali emas, 16 medali perak, dan 30 medali perunggu pada ajang Kompetisi Matematika Internasional atau International Mathematic Competition (IMC) 2008 yang diselenggarakan di Chiang Mai, Thailand pada 25 – 30 Oktober 2008. Tim IMC tiba di Tanah Air pada Sabtu, 1 November 2008 pukul 12.00 WIB di terminal kedatangan II E Bandara Intenasional Soekarno – Hatta, Cengkareng, Tangerang, Banten.

Hasil peroleh medali itu menempatkan Indonesia pada posisi tiga setelah Cina dan Taiwan. Peringkat Indonesia berada di atas tuan rumah Thailand. IMC 2008 diikuti oleh 580 siswa dari 25 negara. Pada ajang ini, Indonesia mengirimkan sebanyak 38 siswa dan sebanyak 36 siswa berhasil meraih medali.

Direktur Pembinaan Sekolah Dasar dan Taman Kanak – Kanak Depdiknas Mudjito mengatakan, para peserta yang dikirim dalam ajang ini adalah alumni IMSO (International Mathematic and Sciences Olympiad for Primary School) 2005 dan sebagian lagi adalah calon peserta IMSO 2008, yang akan diselenggarakan pada 8 sampai dengan 14 November 2008 di Mataram, Nusa Tenggara Barat. “Dibandingkan prestasi tahun lalu cukup menanjak. Hampir semua mendapatkan medali,” katanya usai menyambut kedatangan tim di Bandara Soekarno – Hatta, Sabtu (1/11/2008).

IMC dibagi menjadi dua divisi, yakni tingkat usia 13 tahun atau setingkat sekolah dasar (TEMIC) dan tingkat usia 16 tahun atau setingkat sekolah menengah pertama (TIWYMIC). Pada divisi TEMIC kategori individu tim Indonesia meraih dua medali emas, delapan medali perak, dan 20 medali perunggu, sedangkan pada kategori tim berhasil meraih satu medali emas dan satu medali perak.

Pada divisi TEMIC kategori individu medali emas dipersembahkan oleh Fransisca Susan, siswi SMP Santa Ursula Jakarta dan Christa Lorenzia, siswi SMPK Tirta Martha BPK Penabur Jakarta. Adapun medali perak diraih oleh Henry Jayakusuma, siswa SD PL Bernardus Jawa Tengah, Peter Tirtowijoyo Young, siswa SMP Petra I Surabaya, Stevano Chiesa Suryanto, siswa SD Santa Theresia Jakarta, Richard Akira Heru, siswa SMP PL Domenico Savio, Semarang Jawa Tengah. Nicholas Tarino, siswa SMP Kanisius Tangerang, Kevin Christian Wibisono, siswa SDK 10 Penabur DKI Jakarta, dan Edwin Suyitno, siswa SD Kristen Kalam Kudus, Surakarta, Jawa Tengah.

Fransisca, peraih medali emas kategori individu, mengaku belajar matematika sejak taman kanak – kanak. Setelah itu, dia mulai aktif mengikuti berbagai perlombaan sejak kelas III SD. Pada ajang ini, dia berhasil meraih posisi tiga dari 224 peserta lainnya. “Matematika menyenangkan, lebih banyak logikanya,” katanya.

Sementara, Christa, adalah siswa Indonesia satu – satunya yang berhasil meraih medali emas untuk kategori individu dan tim. “Saya senang banget, nggak nyangka dapat emas padahal saingannya banyak,” ujarnya.

Adapun pada divisi TEMIC kategori tim, medali emas diraih oleh Tim 1 terdiri atas Stefano Chiesa Suryanto, Richard Akira Heru, Christa Lorenzia Soesanto, dan Nicolas Tarino. Adapun pada divisi TIWYMIC kategori individu, tim Indonesia berhasil meraih enam medali perak dan sepuluh medali perunggu, sedangkan pada kategori tim berhasil meraih satu medali perak.

Pada divisi TIWYMIC kategori individu medali perak dipersembahkan oleh Tobi Moektijono, siswa SMP Koless Kanisius DKI Jakarta, Ivan Wangsaciptalingga, siswa SMAK 1 BPK Penabur Jakarta, Stephen Sanjaya, siswa SMP Colese Kanisius, DKI Jakarta, Ivan Adrian Koswara, siswa SMP Bintang Mulia Bandung, Jawa Barat, Bivan Alzacky Harmanto, siswa SMP Labschool Rawamangun, DKI Jakarta, dan Jeremiah Riker Gunawan, siswa SMP Pangudi Luhur Bintang Laut Surakarta.

Adapun pada divisi TIWYMIC kategori tim medali perak diraih oleh Tim 1 terdiri atas Tobi Moektijono, Jennifer Santoso, Ivan Wangsaciptalingga, dan Ivan Adrian Koswara. Hasil selengkapnya dapat dilihat di laman www.imcthai.net.***

Our Education
Our Education

Sumber: Pers Depdiknas

Mahasiswa Ikuti Olimpiade Sains Nasional 2008

Depok, Senin (3 November 2008) – Sebanyak 4.223 mahasiswa mengikuti Olimpiade Sains Nasional Tingkat Perguruan Tinggi se Indonesia (OSN-PTI) 2008 yang digelar serentak pada Senin, (3/11/2008) di berbagai perguruan tinggi negeri di Indonesia. Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi (Dirjen DIkti) Depdiknas Fasli Jalal membuka secara resmi OSN-PTI, Senin (3/11/2008), di Balai Sidang Universitas Indonesia (UI), Depok, Jawa Barat.

Animo para mahasiswa untuk mengikuti ajang ini cukup besar. Mereka berasal dari 55 perguruan tinggi negeri (PTN) dan 69 perguruan tinggi swasta (PTS) se Indonesia. OSN-PTI yang baru diselenggarakan pertama kali ini mencakup tiga bidang lomba yaitu Matematika, Fisika, dan Kimia. Untuk wilayah Jabodetabek, ujian akan dilangsungkan di Fakultas MIPA UI, Depok, Jawa Barat dengan jumlah peserta sebanyak 400 mahasiswa. Bentuk soal ujian adalah pilihan berganda dan dikerjakan selama dua jam mulai pukul 10.00 WIB sampai dengan 12.00 WIB.

Fasli menyampaikan, saat ini dari sekitar 4,3 juta mahasiswa yang belajar di berbagai PTN dan PTS di seluruh Indonesia kurang dari lima persen yang kuliah di bidang sains. Padahal, kata dia, untuk membangun basis kemajuan bangsa di berbagai bidang diperlukan paling tidak sepuluh persen mahasiswa bidang sains. “Inilah yang akan membangun fondasi bagi daya saing bangsa,” katanya pada sambutan pembukaan OSN-PTI.

Fasli mengungkapkan, dari hasil ujian masuk mahasiswa perguruan tinggi 2008 diketahui untuk beberapa jurusan sains antara kapasitas dengan yang mendaftar dan yang lulus jauh di bawah kapasitas, kecuali beberapa perguruan tinggi tertentu. Untuk itu, lanjut dia, pada 2009 Depdiknas akan melakukan berbagai sosialisasi melalui universitas kepada berbagai pengguna lulusan. “Tujuannya adalah untuk memperjelas betapa luasnya karir yang bisa dikembangkan oleh orang dengan latar belakang sains,” ujarnya.

Fasli menyampaikan, kepada para peraih medali emas, perak, dan perunggu akan mendapatkan beasiswa dari pemerintah untuk melanjutkan pendidikan S2 ke universitas manapun di dalam negeri. Para pemenang juga akan dikirim ke forum olimpiade internasional. “Kalau juara di forum internasional akan diberikan beasiswa ke perguruan tinggi manapun di dunia sampai doktor,” katanya.

Fasli menambahkan, berbagai program pendidikan tinggi yang akan diselenggarakan pada 2009 adalah pemerintah akan melakukan revitalisasi program MIPA, menghidupkan organisasi profesi, dan mendukung berbagai riset kemitraan internasional. “Kita juga dukung mahasiswa S3 mendapat pengayaan selama satu semester di luar negeri supaya berkaliber internasional, ” katanya.

Rektor UI Gumilar Rusliwa Somantri mengatakan, bagi para pemenang ajang ini, kata dia, akan diberikan beasiswa untuk melanjutkan S2 di UI pada bidang terkait tanpa tes. Lebih lanjut dia mengatakan, saat ini UI menjalin kerjasama dengan tujuh lembaga di Perancis untuk bidang sains dan teknik. “Bagi pemenang akan kita upayakan untuk dapat ikut double degree di Perancis,” ujarnya.

Pengumuman hasil seleksi tingkat daerah akan diumumkan pada 6 November 2008 melalui website MIPA UI. Para finalis yang lolos akan mengikuti seleksi tingkat pusat pada 5 – 9 Desember 2008 di UI, Depok. Adapun pemenang OSN-PTI 2008 akan diumumkan pada 10 Desember 2008 di Jakarta. Para pemenang akan mendapatkan total hadiah beasiswa sebanyak Rp.135 juta.

Selain itu, pada ajang yang diselenggarakan berkerjasama dengan PT. Pertamina ini akan diberikan tambahan hadiah sebanyak Rp.1 miliar yang akan diserahkan kepada perguruan tinggi yang mahasiswanya memenangkan olimpiade dalam bentuk infrastruktur maupun program.***

Sumber: Pers Depdiknas

Bagi anda yang sedang membutuhkan materi dan soal-soal tentang matematika, silahkan download pilihan di bawah ini :

Kumpulan materi-materi umum tentang Matematika



Note : Setelah selesai download, segera tulis komentar di bawah ya?? Jika ada file yang tidak bisa di buka atau install, anda bisa kirim pertanyaan lewat komentar, email, atau sms. Thanks.


Comments»

1. simon_cakep - July 5, 2009

apa bener nich,critanya??Jangan2 ngarang lagi..

rochajiono - July 9, 2009

bener2 nyata ko…masih ga percaya??

2. numpang lewat - July 5, 2009

Cerita ospeknya lucu banget…Ok lah!!!

rochajiono - July 9, 2009

ya,begitulah..he..he..

3. shandy - May 10, 2009

updet lagi donk..

rochajiono - May 13, 2009

waduh..lg ga sempet updet ni..maklum ..lg full kuliah trus..
thanks ya..

rochajiono - May 13, 2009

thanks ya..Ni lg mau di update..
tunggu aja ya..

rochajiono - June 18, 2009

udah di updet ko..lihat aja lagi.Thanks.

4. dona - May 8, 2009

Updet lagi donk…??
Kan bisa sharing2..
he.he..

rochajiono - June 18, 2009

suda di updet..tapi, lum semua..thks.

5. cuantique - April 17, 2009

roY giLa abIezz..

rochajiono - June 18, 2009

apanya yang gila??he..he..