Pembabaran Dhamma yang Tidak Lengkap (Incomplete Teachings)


Semoga semua makhluk hidup “ terlihat maupun tidak terlihat “ , bebas dari
Penderitaan, dijauhkan dari kegelapan , diberikan terang.
Semoga mereka hidup rukun, tentram , damai , sejahtera dan bahagia. Amien.
( doa universal , pasal : ke 3 )

Puisi kecil.:

Oh Budha , pimpinlah kami ke jalan yang benar. Menuju leburnya avidya
lenyap dukha
Oh Dharma , bimbinglah kami jalan yang nyata . Menuju lenyapnya Kilesa /
Kekotoran bathin, mencapai Samadhi & Panna
Oh Shangha , persaudaraan Suci dan mulia, pancarkan Metta / cinta kasih
Universal – Karuna / Belas Kasihan– Mudita / Simpati& Uppekka /
Keseimbangan bathin

Hanya pada Budha – Dharma – Sangha , Ku berlindung dan memuja.
Semoga langkah perjuangan hidupku ini , ku mencapai kebebasan (Nirvana)

———— – ++

Discourse on the Wheel of Dhamma
[ PART 1 PART 2 PART 3 PART 4 PART 5 PART 6 PART 7 PART 8 ]

Saya , sangat tersentuh..dengan kalimat jawaban Sariputta :
Y.M. Sariputta kemudian menjawab, ”Y.M., dalam kasus
ini, saya akan menyusulnya ke alam Brahma dan memberinya nasihat. Saya
juga akan membabarkan Dhamma sampai selesai di masa yang akan datang.”
Y.M. Sariputta kemudian pergi ke alam Brahma dan menasihatinya lebih jauh.
Sang Brahmana akhirnya merealisasi Dhamma Mulia

Hati Sariputta ,yang amat luhur dan mulia.., mendarma bhaktikan &
berjuang untuk kemajuan orang lain.

—– ++

Apakah ..cara ini .pembelajaran ini bisa di katakan “ mendapatkan
Pembabaran Dharma yang tidak lengkap ? “. Dan sejauh itukah akibat yang
akan timbul / yang mungkin di alami (tumimbal lahir , setelah kematian
raga ) di/ ke alam alam kehidupan berikutnya / selanjutnya ?
ATAU DENGAN BAHASA / KALIMAT LAIN : APAKAH YANG DIMAKSUD PEMBABARAN DHAMMA
YANG TIDAK LENGKAP ? (DIPERLUKAN HAL HAL KHUSUS, SEPERTI MENCARI DAN
BERGURU KEPADA SEORANG BHANTE ? )

Tidak perlu berguru pada bhante atau siapa pun. Cukup menyadari intisari
ajaran Buddha, bahwa hidup sebagai pribadi dalam bentuk apa pun adalah
dukkha, dan kebebasan dari pribadi ini adalah lenyapnya dukkha.

Maaf, tampaknya Mas Sudrajat belum menangkap esensi dari cerita dalam
thread ini:

Bhikkhu Sariputta mengajarkan Brahmavihara (cinta kasih, welas asih,
simpati & keseimbangan) kepada Brahmana Dhananjani, tapi LUPA tidak
mengajarkan intisari ajaran Buddha, yakni tentang Derita dan Lenyapnya
Derita.

Akibatnya, setelah berlatih mengembangkan cinta kasih dsb (Brahmavihara) ,
ketika meninggal Brahmana Dhananjani terlahir sebagai Dewa Brahma (yang
rentang kehidupannya jutaan tahun lamanya). Dengan demikian Brahmana
Dhananjani tidak atau belum terbebas dari Samsara, karena ia masih tetap
hidup sebagai pribadi (aku), sekalipun sebagai Dewa yang tinggi tatarannya
dan lama sekali jangka hidupnya. Kelak setelah masa hidup Dewa Brahma
Dhananjani ini habis, ia terpaksa lahir kembali di alam yang lebih rendah
lagi. Dengan demikian ia tetap terbelit dalam dukkha (samsara).

Jadi Brahmana Dhananjani terlahir ke alam Dewa Brahma KARENA ia
mempraktikkan Brahmavihara (cinta kasih, welas asih, simpati &
keseimbangan) . Ia tidak menyadari dukkha dan tidak merealisasikan
lenyapnya dukkha (terbebas dari roda tumimbal lahir) KARENA Bhikkhu
Sariputta tidak mengajarkan dukkha dan lenyapnya dukkha (intisari ajaran
Buddha) kepadanya. Akibatnya, Brahmana Dhananjani terbelit lebih lama lagi
dalam roda samsara (sekalipun pada saat ini ia hidup sebagai Dewa Brahma).

Sang Buddha mengecam Bhikkhu Sariputta yang lupa mengajarkan Dhamma
(Kebenaran) Sang Buddha itu: dukkha dan lenyapnya dukkha. (Untunglah
belakangan Bhikkhu Sariputta menyusul ke alam Dewa Brahma dan mengajarkan
dukkha & lenyapnya dukkha kepada Brahma Dhananjani di sana, dan akhirnya
Dhananjani dapat bebas juga setelah merealisasikan intisari ajaran Buddha
itu.

ITULAH yang dimaksud dengan “mengajarkan Dhamma secara tidak lengkap”:
yakni mengajarkan cinta kasih, welas asih dsb, tanpa mengajarkan tentang
dukkha & lenyapnya dukkha yang akan membebaskan orang dari samsara.

Situs Web MMD: http://meditasi- mengenal- diri.org
Forum Diskusi MMD: http://meditasi- mengenal- diri.ning. com

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: