GAPMMI Tuding Carrefour Rugikan Pemasok Lokal dan Perlu Dibatasi Ekspansinya @ Mesin Kasir


Ekspansi usaha PT Carrefour Indonesia harus dibatasi guna mencegah kolapsnya pasar-pasar tradisional dan praktik monopoli bisnis ritel modern di Tanah Air. Peritel asal Prancis itu juga cenderung merugikan dan menekan para pemasok domestik, terutama setelah mengakuisisi 79,89% saham PT Alfa Retailindo Tbk (ALFA) tahun 2008.

Gerai carrefour, Retailer Asing Terbesar di IndonesiaGerai carrefour, Retailer Asing Terbesar di Indonesia

Hal tersebut diungkapkan  Ketua Gabungan Pengusaha Makanan Minuman Indonesia (Gapmmi) Franky Sibarani dan Sekretaris Jenderal Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APPSI) Ngadiran secara terpisah kepada Investor Daily di Jakarta, Kamis (9/4).
Franky mengatakan, ekspansi ritel modern, khususnya Carrefour, perlu dicermati Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU), sehingga tidak sampai merugikan dan menekan pemasok lokal. “Ekspansinya harus sesuai aturan yang berlaku,” tandas dia.
Franky yang juga juru bicara aliansi sembilan asosiasi industri mengakui, ekspansi ritel modern sebenarnya diperbolehkan, asalkan tidak merugikan pemasok dan mendominasi pangsa pasar ritel di Indonesia. Guna mencegah dan membatasi ekspansi Carrefour, lanjut dia, regulasi investasi pada sektor ritel perlu diperjelas.
Menurut dia, akuisisi Carrefour terhadap Alfa Retailindo tidak boleh mengabaikan pemasok yang sudah lama menjalin hubungan dengan Alfa Retailindo. Dia menengarai, jumlah pemasok nasional ke Alfa semakin berkurang pascaakuisisi Alfa oleh Carrefour.
Franky  menegaskan, pemasok dalam negeri khawatir Carrefour mengurangi jumlah pemasok, setelah mencaplok Alfa. “Ini bisa menjadi masalah, bila Carrefour berkonsolidasi dan akhirnya jumlah pemasok dikurangi,” kata dia.
Sebelumnya, kalangan pemasok yang tergabung dalam aliansi sembilan asosiasi pernah mempermasalahkan syarat perdagangan (trading term) yang diajukan Carrefour Indonesia. Pasalnya, trading term yang diterapkan Alfa juga mengikuti sistem Carrefour.
Di samping itu, lanjut dia, Alfa memungut biaya trading term kepada pemasok sebesar Rp 1 juta per item untuk semua gerai. Sedangkan Carrefour memungut lebih dari Rp 1 juta per item di setiap gerai. “Setelah mengakuisisi Alfa, pemasok justru dibebani biaya sama dengan Carrefour. Ini tentu sangat memberatkan dan merugikan pemasok,” papar dia.
Sikap Tegas
Ngadiran menambahkan, soal pemeriksaan Carrefour terkait dugaan praktik monopoli sikap APPSI jelas, dan bukan sekadar mendukung atau tidak. APPSI tidak pesimistis menyangkut keadilan dan hukum di Indonesia. Oleh karena itu, dia meminta, KPPU lebih bersikap tegas, jujur, dan berani dalam menjatuhkan sanksi kepada  Carrefour, bila terbukti melanggar aturan yang berlaku.

Apakah Ritel Carrefour memonopoli pasar ritel?Apakah Ritel Carrefour memonopoli pasar ritel?

Terkait dugaan pelanggaran Undang-Undang (UU) No 5/1999 tentang Larangan Praktik Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat, KPPU akan memanggil  manajemen Carrefour Indonesia sebagai terlapor pada Senin (13/4). “Pukul 11.00 WIB, presiden direktur Carrefour Indonesia akan memberikan penjelasan awal. Agenda utama adalah mengklarifikasi dan menampung keterangan manajemen perseroan,” kata Direktur Komunikasi KPPU A Junaidi, pekan lalu.
Menurut Junaidi, peritel terbesar di Eropa itu diduga melanggar Pasal 17 dan pasal 25 UU No 5 tahun 1999. Pasal 17 mengatur soal praktik monopoli, sedangkan pasal 25 tentang posisi dominan di pasar.  Setelah mengambil  alih Alfa, KPPU menemukan indikasi pengusahaan pasar hulu Carrefour melonjak dari 44,72% menjadi 66,73%. Pangsa pasar Carrefour di hilir juga meningkat dari 37,98% menjadi 48,38%.

Pasar hulu adalah hubungan pemasok dengan peritel, sedangkan pasar hilir merupakan rantai dari peritel kepada konsumen. Hal tersebut berpotensi menyebabkan lonjakan biaya bagi para pemasok. Jika terbukti melakukan praktik monopoli, KPPU dapat menjatuhkan sanksi ke Carrefour berupa denda sebesar Rp 25 miliar.  Lembaga ini telah membentuk tim pemeriksa, antara lain Dedie S Martadisastra, Tadjuddin Noer Said, dan Sukarmi.

Sebelumnya, Corporate Affairs Director PT Carrefour Indonesia Irawan Kadarman mengatakan, perseroan siap memenuhi panggilan KPPU pada Senin ini.  Namun, dia belum bersedia menjelaskan materi pokok yang bakal disampaikan. “Bila perseroan diundang pemerintah, kami siap datang,” ujar dia.

Carrefour Indonesia pada 2008 meraih pendapatan sekitar Rp 13,3 triliun atau naik 17% dibandingkan tahun sebelumnya Rp 11,4 triliun. Carrefour dan Alfa saat ini memiliki 75 gerai yang tersebar di seluruh Indonesia. Carrefour Indonesia mengontribusi sekitar 0,91% terhadap total pendapatan Carrefour Group pada 2008 sebesar Rp 1,46 triliun.

Di samping dugaan monopoli bisnis ritel modern, Carrefour diduga melanggar sejumlah aturan. Beberapa di antaranya meliputi pembangunan gerai dekat pasar tradisional, di permukiman penduduk, dan zonasi gerai.

Salah satu produk produk lokal yang di jual CarrefourSalah satu produk produk lokal yang di jual Carrefour

Sebagai contoh, Carrefour membangun dua gerai di Cikokol, dengan jarak berdekatan dan berada di sekitar permukiman. Lokasi lainnya yang dekat dengan pasar tradisional adalah di Cibinong, Depok, dan Blok M Sqaure. Hal tersebut dikhawatirkan mematikan pasar tradisional dan pedagang kecil, mengingat sebagian besar barang yang dijual hampir sama.  (dry) * Investor*

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: