Dekat Tetapi Jauh



Sahabat,
aku sedang duduk di sebelahmu,

Tetapi engkau sama sekali tidak
memandangku.
Kuajukan beberapa pertanyaan
padamu,
engkau menjawab sepotong. Berhenti. Sepotong.
Berhenti
Matamu terpaku pada laptop di
depanmu
Tanganmu mengetik dengan cepat

Sedang chatting dengan teman nun jauh di
seberang

Sahabat,
Hari ini engkau duduk di hadapanku.

Mukamu menghadapku,
tetapi aku tahu engkau tidak ada di
situ.
Sebuah earphone kecil ada di
telingamu.
Tubuhmu bergoyang kecil,
sambil mendendangkan lagu
mengikuti alunan musik dari ipodmu.

Aku tersenyum padamu,

dan engkau tidak melihat itu

Mungkin suatu hari nanti,
Ketika aku jauh darimu
Engkau akan meng-add aku di facebook, friendster dan
list ym-mu
Dan mulai bertanya apa kabarmu, bagaimana
pekerjaanmu?
Sebuah topik yang tidak menarik untuk ditanyakan

Ketika aku berada di dekatmu.

Hal remeh-temeh yang sedang kukerjakan,

Entah ”sedang makan mie” atau ”ingin
nonton”
Asalkan ditulis di status
facebookku
Akan menjadi hal yang menarik untuk engkau
komentari,
Sesuatu yang bahkan engkau tidak peduli dan tidak
ingin tahu
Ketika aku berada di dekatmu

Apakah mata, telinga dan hati hanya akan
tersedia
ketika aku sudah jauh?

My dear friend,
Now I am here for you,
Please be here for me too.

240309
You have to see life.
You should not say, life
of the leaf,
you should only speak of life
in the leaf and life in the tree.
My life is just
Life, and you can see it in me and in the tree.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: