Kasih Sayang Seorang Papa



Seorang Papa yang punya anak laki – laki cacat, berjalan pun dia tidak
dapat, bahkan giginya pun tidak ada, anak ini sangat cacat dan
terbelakang. Suatu kali di kota tersebut diadakan pertandingan,
pertandingan ini beruntun, yang pertama peserta harus melakukan berenang
kemudian balap sepeda dan yang terakhir adalah lari. Anak ini berkata pada
papanya bahwa dia ingin ikut serta dalam pertandingan itu, papanya sangat
mengerti kondisi anaknya, bahwa anaknya tidak mungkin melakukan hal itu,
tp dia tidak menghilangkan hasrat dan keinginan anaknya, meskipun dia
sangat tau, bahwa tidak mungkin anaknya melakukan hal itu. Singkat cerita
papanya mendaftarkan anak ini ke pertandingan tersebut, sekarang gantian
sang panitia yang memprotes, “mana mungkin anak bapak ikut dalam
pertandingan ini, bahkan berjalan pun dia tidak bisa, bagaimana mungkin?”
tetapi papanya berkata ” Saya yang akan berenang untuk dia, mengikuti
lomba sepeda untuk dia, berlari buat dia” akhirnya hati sang panitia pun
luluh, dan mereka mengijinkan anak tersebut untuk mengikuti pertandingan
tersebut, tahukah anda apa yang sang papa ini lakukan?

Untuk mengikuti lomba berenang, sang papa menyiapkan sebuah perahu kecil,
yang mempunyai tali, dan tali tersebut diikatkan di punggungnya, dan dia
menarik perahu tersebut dengan berenang…betapa berat beban nya, untuk
berenang sendiri pun kadang kita merasakan cukup lelah….

Untuk mengikuti lomba sepeda, sang papa menyiapkan sebuah tempat duduk
kecil di depan sepedanya, papanya yang mengayuh sepeda dengan anaknya di
depan duduk dalam kursi kecil itu

Untuk mengikuti lomba lari, sang papa membuatkan kursi kecil dengan roda
di bawahnya, sehingga papanya dapat mendorong kursi kecil itu dengan
berlari.

Tibalah hari yang ditunggu tunggu untuk finalis – finalis tersebut, ketika
semuanya telah selesai, para peserta telah melakukan bagian – bagian nya
masing – masing, hanya…2 orang peserta yang belum kembali ke arena
pertandingan itu, Siapa dia? sang anak dan papanya. 8 jam setelah
pertandingan berlalu, tidak ada seorang penonton pun yang beranjak dari
tempat mereka, mereka mencemaskan nasib kedua peserta tersebut. Setelah 8
jam berlalu dan hari mulai gelap..muncullah kedua orang tersebut, sang
anak menggerak kan tangan nya dengan kegirangan, dia tidak memikirkan
apakah dia menang atau kalah dalam pertandingan tersebut, yang membuat dia
bersukacita hanya bahwa dia telah mengikuti semuanya…

Saudara, banyak anak muda sekarang ini kecewa dan sakit hati pada orang
tua mereka, mungkin akibat perlakuan buruk dan kata-kata kasar yang mereka
terima, tapi tahukah, ada papa di dunia ini yang begitu menyayangkan
anaknya, apalagi papa kita yang disurga? Kita semua cacat di mataNya,
tidak ada yang sempurna..Tapi Tuhan melakukan semuanya demi kita, sadarkah
kita, kalau papa di dunia aja sayang pada anaknya, apalgi papa kita yang
di surga? Bayangkan Tuhan melakukan semuanya itu demi kita, mati demi
kita, menderita demi kita.Tapi…kita tidak pernah mengerti bagaimana
memberikan yang terbaik buat Dia?

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: