Inspirasi : *Kisah Tiga Orang Kuli Bangunan*


*Kisah Tiga Orang Kuli Bangunan*

by Made Teddy Artiana, S. Kom
fotografer & penulis

Ini adalah sebuah kisah klasik tentang tiga orang kuli bangunan. Kisah

sederhana namun inspiratif. Entah darimana kisah ini berasal, yang jelas

kisah ini telah melanglang buana begitu jauh. Dari mulut ke mulut, dari

generasi ke generasi. Menyeberangi lautan, tiba dibenua yang satu lalu

tersebar disana kemudian berangkat ke benua dan bahasa yang lain.

Suatu kali disiang yang terik, disaat ketiganya tengah sibuk bekerja,

melintaslah seorang tua.

“Apa yang sedang kau kerjakan ?”, tanya orang tua itu kepada salah seorang

dari antara mereka.

Pekerja bangunan yang pertama tanpa menoleh sedikitpun, menjawab orang tua

itu dengan ketus. “Hei orang tua, apakah matamu sudah terlalu rabun untuk

melihat. Yang aku kerjakan dibawah terik matahari ini adalah pekerjaan

seorang kuli biasa !!”.

Orang tua itupun tersenyum, lalu beralih kepada pekerja bangunan yang kedua.

“Wahai pemuda, apakah gerangan yang sebenarnya kalian kerjakan ?”.

Pekerja bangunan yang kedua itupun menoleh. Wajahnya meskipun ramah tampak

sedikit ragu.

“Aku tidak tahu pasti, tetapi kata orang, kami sedang membuat sebuah rumah

Pak”, jawabnya lalu meneruskan pekerjaannya kembali.

Masih belum puas dengan jawaban pekerja yang kedua, orang tua itupun

menghampiri pekerja yang ketiga, lalu menanyakan hal yang sama kepadanya.

Maka pekerja yang ketiga pun tersenyum lebar, lalu menghentikan pekerjaannya

sejenak, lalu dengan wajah berseri-seri berkata.

“Bapak, kami sedang membuat sebuah istana indah yang luar biasa Pak !

Mungkin kini bentuknya belum jelas, bahkan diriku sendiripun tidak tahu

seperti apa gerangan bentuk istana ini ketika telah berdiri nanti. Tetapi

aku yakin, ketika selesai, istana ini akan tampak sangat megah, dan semua

orang yang melihatnya akan berdecak kagum. Jika engkau ingin tahu apa yang

kukerjakan, itulah yang aku kerjakan Pak !”, jelas pemuda itu dengan

berapi-api.

Mendengar jawaban pekerja bangunan yang ketiga, orang tua itupun sangat

terharu, rupanya orang tua ini adalah pemilik istana yang sedang dikerjakan

oleh ketiga pekerja bangunan itu. (*)

Hal yang sama rupanya berlaku pula dalam hidup ini.

Sebagian besar orang tidak pernah tahu untuk apa mereka dilahirkan kedunia.

Mungkin karena telah begitu disibukkan oleh segala bentuk “perjuangan”,

merasa tidak terlalu perduli dengannya. Bisa hidup saja sudah syukur !

Sebagian lagi, yang biasanya adalah tipe “pengekor” atau “me too” yaitu

orang-orang yang punya pandangan yang samar-samar tentang keberadaan mereka

dalam kehidupan. Sepertinya begini…kayanya begitu…kata motivator sih

begono..tapi pastinya ? *Don’t have idea !!

*

Namun sisanya : golongan terakhir -biasanya hanya segelintir orang-

menemukan “visi” atau “jati diri” mereka didunia ini. Mereka adalah

orang-orang yang tidak hanya kebetulan lahir, sekedar hidup, bertahan agar

tetap hidup, tua karena memang harus tua, kawin lagi jika ada kesempatan,

lalu berharap mati dan masuk surga, namun adalah orang-orang yang hidup

dalam arti yang sebenar-benarnya.

Mereka sering dianggap sebagai “perpanjangan tangan TUHAN”. Orang-orang yang

tidak hanya berjalan dalam tuntunan tangan Yang Maha Kuasa, tetapi juga

mengenal benar kemana arah perjalanan itu, dan tentunya bergaul karib dengan

DIA, Sang Penuntun perjalanan mereka.

Semoga setelah kembalinya ke fitrah, membuat Anda dan saya tidak hanya

menjadi bersih dan suci, namun lebih dari itu, mengetahui untuk apa kita

hadir didunia ini. Sehingga tugas maha luas dan abstrak “menjadi rahmat bagi

semesta” dapat kita konkritkan dan tunaikan sebelum selesainya sisa waktu

yang kita miliki.

Sumber :

*What a wonderfull world !!!*
*MTA*
http://semarbagongpetrukgareng.blogspot.com
mobile# 081317822720
email# teddyartiana_photography@yahoo.com

Majalah Human Capital
http://www.portalhr.com/majalah/edisiterbaru/bisnis/1id1549.html

Majalah SWA
http://swa.co.id/2009/08/made-teddy-artiana/

Kompas
http://ekonomi.kompasiana.com/2010/02/12/testimoni-seorang-mantan-karyawan-bca-resign-dari-tempat-kerjanya

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: